KENALI JENIS MASKER KAIN SESUAI SNI 8914:2020

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merumuskan Rancangan Standar Nasional

Indonesia (RSNI) masker berbahan kain. Masker kain yang digunakan dengan benar berperan

efektif mencegah percikan air liur atau droplet. Berdasarkan penelitian masker kain

setidaknya bisa mengurangi percikan saluran nafas (droplet) dan virus corona sebanyak 71%

hingga 97%. Pemakaian masker juga menjadi salah satu langkah untuk mencegah penyebaran

dan penularan virus corona.

SNI yang dirumuskan dan disusun oleh Kemenperin itu telah ditetapkan Badan

Standardisasi Nasional (BSN). Penetapan ini berdasarkan Keputusan Kepala BSN Nomor

408/KEP/BSN/9/2020. Adapun aturan tersebut tertuang dalam Standar Nasional Indonesia

(SNI) 8914:2020 Tekstil-Masker dari kain. Yang dimaksud masker kain pada SNI 8914:2020

ialah kain penutup mulut dan hidung yang berfungsi sebagai penyaring partikel, virus, dan

bakteri yang terdiri dari minimal dua lapisan kain yang terpisah atau menyatu dengan teknik

tertentu. SNI 8914:2020 hanya berlaku untuk masker yang terdiri dari minimal dua lapis kain

dan dapat dicuci beberapa kali (washable), Tidak berlaku untuk masker dari kain nonwoven

(nirtenun) dan masker untuk bayi.

BSN menetapkan spesifikasi masker kain ber-SNI yang diklasifikasikan menjadi tiga tipe

berdasarkan penggunaannya. Tiga tipe itu diantaranya yaitu:

 Tipe A untuk penggunaan umum,

 Tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan

 Tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

Berikut spesifikasi ketiga tipe masker kain tersebut berdasarkan SNI 8914:2020:

1. Tipe A – Masker kain untuk penggunaan umum

 Minimal dua lapis kain

 Parameter daya tembus udara di rentang 15-65 cm 3 /cm 2 /detik

 Daya serap untuk lapisan dalam masker ≤ 60 detik

 Kadar formaldehida bebas ≤ 75 mg/Kg

Untuk masker kain berwarna selain putih harus memenuhi persyaratan tambahan

berikut:

 Kadar azo untuk masker kain < 30 mg/kg

 Nilai perubahan warna untuk ketahanan luntur terhadap pencucian pada kedua

lapisan minimal 4 dan nilai penodaan warna 3-4

 Nilai perubahan warna untuk ketahanan luntur terhadap keringat pada lapisan dalam

minimal 4 dan nilai penodaan warna 3-4

 Nilai perubahan warna untuk ketahanan luntur terhadap saliva pada lapisan dalam

minimal 5

 

Apabila masker kain diberikan penyempurnaan tahan terhadap air harus memenuhi

persyaratan tambahan berikut:

 Ketahanan terhadap pembasahan permukaan minimal ISO 2

 Kadar PFOS dan PFOA < 1,0 µg/m 2

 Aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus minimal 2,07 dan Klabsiella pneumiae

dengan nilai minimal 0,42.

2. Tipe B – Masker kain untuk penggunaan filtrasi bakteri

 Lulus seluruh persyaratan pada Masker Kain Tipe A

 Lulus parameter dan pengujian efisiensi filtrasi bakteri ≥ 60 persen

 Lulus parameter dan pengujian tekanan diferensial ≤ 15 mmH 2 O/cm 2

3. Tipe C – Masker kain untuk penggunaan filtrasi partikel

 Lulus seluruh persyaratan pada Masker Kain Tipe A

 Lulus parameter dan pengujian efisiensi filtrasi partikulat sub-mikron 0.1 mikron ≥

60 persen

 Lulus parameter dan pengujian tekanan diferensial kurang dari sama dengan 21

mmH 2 O/cm 2

Sementara itu, pengemasan masker kain dibuat per buah, dilipat, atau dibungkus plastik.

Kemasan masker harus diberi keterangan merek, negara pembuat, jenis serat lapisan, label

anti bakteri apabila melalui proses penyempurnaan anti bakteri, label tahan air apabila

melalui proses penyempurnaan tahan air, label ”cuci sebelum dipakai”, petunjuk pencucian,

dan tipe masker kain.

Efektifitas Penggunaan Masker Kain

Efektifitas penyaringan pada masker kain meningkat seiring dengan jumlah lapisan dan

kerapatan tenun kain yang dipakai. Kombinasi bahan paling efektif ditemukan pada lapisan

kain dari serat alam (seperti kain katun) ditambah dua lapisan kain chiffon berpoliester

spandex yang mampu menyaring 80 % sampai dengan 99 % persen partikel yang juga

bergantung pada ukuran partikelnya.

Masker kain perlu dicuci dan dapat dipakai berkali-kali. Meski bisa dicuci dan dipakai

kembali, masker kain sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4 jam, karena masker kain tidak

seefektif masker medis dalam menyaring partikel, virus dan bakteri.

lab uji masker, masker sni, uji lab masker, pengujian masker, pengujian masker SNI, urus lab uji, urus lab uji masker, lab uji masker kain, lab uji masker murah

1 Comment

Leave a Reply

Bagaimana kami membantu Anda?

Hubungi Team Ahli Kami, jangan ragu untuk bertanya, kami akan menjawab segala pertanyaan anda

Butuh pertanyaan ? Jangan Sungkan sungkan Hubungi Team Ahli Kami