Rajawali Global Service

Persyaratan Mutu SNI 7617:2013 Pakaian Bayi Lengkap

Persyaratan mutu SNI 7617:2013 adalah dokumen teknis yang menentukan kelulusan setiap produk pakaian bayi dalam proses sertifikasi. Bagi produsen dan importir, memahami isi tabel persyaratan mutu SNI 7617:2013 — termasuk metode uji dan cara membaca hasilnya — adalah syarat utama untuk menyusun strategi produksi yang lolos audit. Selain itu, pengetahuan tentang persyaratan mutu ini juga membantu menghindari kerugian akibat produk yang gagal sertifikasi.

Artikel ini menyajikan parameter wajib, ambang batas resmi, serta metode pengujian yang dilakukan LSPro saat sertifikasi.

Tabel Persyaratan Mutu SNI 7617:2013 Pakaian Bayi

No Jenis Uji Persyaratan Keterangan
1 Zat warna azo karsinogen Tidak digunakan¹
2 Kadar formaldehida Tidak terdeteksi²
3 Kadar logam terekstraksi:    
  Cd (kadmium) 0,1 mg/kg Maksimum
  Cu (tembaga) 25,0 mg/kg Maksimum
  Pb (timbal) 0,2 mg/kg Maksimum
  Ni (nikel) 1,0 mg/kg Maksimum

¹ Bila kurang dari 20 mg/kg dilaporkan “Tidak digunakan” ² Bila kurang dari 20 mg/kg dilaporkan “Tidak terdeteksi”

Sumber: SNI 7617:2013/Amd1:2014

Parameter Mutu Pertama: Zat Warna Azo Karsinogen

Pertama-tama, syarat utama parameter ini adalah hasil “Tidak digunakan”, yang artinya kadar amina aromatik karsinogenik yang terdeteksi harus kurang dari 20 mg/kg. Untuk pengujiannya, laboratorium menggunakan metode EN 14362-1:2012 dengan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Lebih lanjut, metode ini mampu mendeteksi lebih dari 22 senyawa amina aromatik yang dilarang.

Beberapa senyawa yang diuji antara lain:

  • Benzidine (CAS No. 92-87-7)
  • Biphenyl-4-Ylamine (CAS No. 92-67-1)
  • O-Aminoazotoluene (CAS No. 97-56-3)
  • O-Anisidine (CAS No. 90-04-0)

Bagaimana cara membaca hasilnya? Apabila hasil tertulis “Tidak digunakan”, artinya produk lolos parameter ini. Sebaliknya, jika kadar terdeteksi di atas 20 mg/kg, produk dinyatakan gagal. Dengan kata lain, pewarna dengan amina aromatik karsinogenik telah dipakai dalam proses produksi.

Parameter Mutu Kedua: Kadar Formaldehida Pakaian Bayi

Selanjutnya, parameter kedua mensyaratkan hasil “Tidak terdeteksi”, yaitu kadar formaldehida harus di bawah 20 mg/kg. Untuk menguji parameter ini, laboratorium menerapkan metode SNI ISO 14184-1:2015 dengan cara ekstraksi air menggunakan spektrofotometer UV-Vis.

Ada hal penting yang perlu diketahui di sini. Batas 20 mg/kg pada pakaian bayi merupakan salah satu yang paling ketat di dunia. Sebagai perbandingan, pakaian dewasa di banyak negara memiliki ambang 75 mg/kg atau lebih. Bahkan, penelitian terbaru menemukan sampel pakaian bayi di pasaran Indonesia dengan kadar formaldehida mencapai 22,42 mg/kg — angka ini sudah di atas ambang batas dan tidak layak edar.

Oleh karena itu, dalam membaca hasil uji, setiap angka di atas 20 mg/kg adalah kegagalan, betapa kecil pun selisihnya.

Parameter Mutu Ketiga: Kadar Logam Terekstraksi pada Kain Bayi

Berikutnya, empat logam diuji secara terpisah dengan ambang batas yang berbeda sesuai tingkat racunnya.

Kadmium (Cd) memiliki batas paling ketat, yaitu maksimum 0,1 mg/kg. Pengujian dilakukan dengan metode ekstraksi keringat buatan, kemudian dianalisis menggunakan ICP-OES atau AAS.

Sementara itu, tembaga (Cu) diizinkan hingga 25,0 mg/kg. Batas yang relatif longgar ini disebabkan tembaga juga merupakan unsur penting bagi tubuh. Walaupun begitu, kadar tinggi tetap dapat memicu iritasi dan alergi.

Adapun timbal (Pb) dibatasi maksimum 0,2 mg/kg. Faktanya, parameter ini paling sering menggagalkan produk dengan aksesori logam atau sablon plastisol murah. Karena itu, pemilihan pemasok aksesori menjadi sangat penting.

Terakhir, nikel (Ni) dibatasi hingga 1,0 mg/kg. Logam ini umumnya berasal dari kancing logam, snap button, dan resleting. Dengan demikian, produk dengan banyak aksesori metalik wajib mendapat perhatian ekstra.

Skema Sertifikasi Tipe 1b dalam Standar SNI 7617

Sistem sertifikasi yang digunakan adalah tipe 1b dengan pengujian kesesuaian mutu yang dilakukan pada contoh produk. Selain itu, terdapat beberapa ciri penting yang harus dipahami: Referensi Standar

  • Pengujian dilakukan per artikel atau model produk, bukan per kategori produk
  • Sampel diambil dari gudang importir atau pabrik oleh petugas LSPro
  • Bagi importir, pengambilan sampel dan pengujian dilakukan setiap kali impor
  • Masa berlaku sertifikat terbatas, sehingga perencanaan produksi harus mempertimbangkan jadwal ini

Pengambilan Sampel dan Proses Pengujian Persyaratan Mutu

Proses pengambilan sampel mengikuti aturan ketat untuk memastikan hasil yang mewakili produksi:

  1. Pertama, petugas LSPro datang ke lokasi gudang atau pabrik
  2. Kemudian, sampel diambil secara acak dari batch produksi
  3. Selanjutnya, jumlah sampel mengikuti tabel sampling SNI ISO 2859
  4. Setelah itu, sampel dikirim ke laboratorium terakreditasi KAN
  5. Pada akhirnya, hasil uji dinilai berdasarkan tabel persyaratan mutu

Dari Persyaratan Mutu ke Penerbitan Sertifikat SNI

Pada akhirnya, memenuhi tabel persyaratan mutu adalah inti dari kelulusan sertifikasi SNI 7617:2013. Setiap parameter wajib dibuktikan melalui pengujian laboratorium, bukan hanya klaim pemasok atau dokumen mandiri.

Oleh karena itu, tim konsultan kami berpengalaman membantu produsen dan importir memetakan risiko kepatuhan — mulai dari tahap pemilihan bahan baku hingga penerbitan SPPT SNI.

[Konsultasi Gratis Pemenuhan Persyaratan Mutu SNI 7617]

📧 Email: [email protected]

📞 Phone/WhatsApp: 021 29313344 / 08118809830 / 0811-1900-3440 / 0811-1900-3441

🌐 Website: rajawalilab.com

Bagaimana kami membantu Anda?

Hubungi Team Ahli Kami, jangan ragu untuk bertanya, kami akan menjawab segala pertanyaan anda