Selektif Dalam Memilih Mainan Anak

Rajawali lab melayani pengujian produk. Silahkan bertanya pada staff ahli lab kami tentang pengujian Produk pada nomor di website ini

Butuh Jasa Pengujian Produk, Kami Lab berpengalaman dalam pengujian Produk, jangan ragu bertanya, Hubungi kami segara !!!

Selektif Dalam Memilih Mainan Anak

Mainan anak telah
mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik dari segi kualitas maupun
jenisnya. Dari segi kualitas tentu saat ini mainan anak telah meningkat
sehingga dapat meminimalisir potensi bahaya yang ditimbulkan saat dimainkan
oleh anak. Namun, tidak menutup kemungkinan mainan yang beredar di pasaran saat
ini dapat menimbulkan bahaya untuk anak, baik dalam penggunaan normal maupun
abnormal. Lalu bagaimanakah cara kita dalam memilih mainan yang aman untuk
anak? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.

1. Pastikan mainan
telah memiliki logo SNI
Mainan dengan logo SNI adalah mainan yang telah disertifikasi SNI (Standar
Nasional Indonesia) oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang ditunjuk oleh
Kementerian Perindustrian sebagai regulator SNI wajib mainan anak. Mainan yang
sudah memiliki logo SNI telah melalu proses sertifikasi dan pengujian
laboratorium sehingga lebih terjamin keamanannya. Lalu pertanyaannya seperti
apa logo SNI yang tertera pada mainan anak? Logo SNI sudah diatur oleh
Permenperin (Peraturan Kementerian Perindustrian), baik dari segi dimensi
maupun konten-konten yang menyertainya. Logo SNI sesuai peraturan harus
memiliki dimensi mimimal 7 mm pada setiap sisinya. Kemudian pada logo SNI juga
disertakan nomor NPB untuk mainan impor dan NRP untuk mainan produksi lokal.
Selain itu, juga disertakan standar pengujian SNI yang relevan terhadap mainan
tersebut.

2. Pastikan mainan
memiliki label penandaan yang relevan.
Mainan memiliki berbagai jenis sehingga potensi bahaya yang dihasilkan juga
bisa berbeda juga. Sebelum memilih mainan sebaiknya calon pembeli atau pengguna
memeriksa terlebih dahulu label peringatan yang disertakan pada mainan dan atau
kemasannya. Hal ini bertujuan agar calon pengguna dapat mengetahui potensi
bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan oleh mainan tersebut. Contoh label
peringatan antara lain mengenai bahaya tersedak, bahaya jika dimainkan di
tempat yang bukan semestinya, bahaya terjerat untuk mainan yang mengandung tali,
atau bahaya jika dimainkan ke arah anggota tubuh manusia dan hewan. Selain
label peringatan keamanan, label penandaan perusahaan juga cukup penting untuk
diperhatikan. Hal ini guna mengetahui pihak mana yang memproduksi dan
medistribusikan mainan tersebut.

3. Periksa kualitas
material mainan
Material mainan adalah komponen terpenting dalam keamanan mainan anak, karena
tangan anak akan langsung menyentuh mainan ketika mereka memainkannnya. Dalam
memilih mainan anak, pastikan kualitas material ataupun build qualitynya cukup
baik. Perhatikan jika ada bagian-bagian mainan anak yang terdapat adanya ujung
tajam atau tepi tajam. Untuk mainan berbahan plastik pastikan tidak ada sisa
plastik dari hasil cetakan yang dapat menimbulkan luka gores pada kulit anak.
Saat akan memilih mainan,kualitas material mainan harus baik, tidak rusak,
tidak kotor, dan tidak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya lainnya, serta aman
dari hewan-hewan kecil yang tidak baik untuk kesehatan.

 

 

Tia – 9/1/2024

Leave a Reply

Bagaimana kami membantu Anda?

Hubungi Team Ahli Kami, jangan ragu untuk bertanya, kami akan menjawab segala pertanyaan anda