Lompat ke konten utama

Rajawali Global Service

Uji Ketahanan Siklus Sakelar dan Kotak Kontak

Berapa Kali Sakelar Harus Ditekan agar Lolos SNI? Jawaban singkatnya: 40.000 kali operasi pada beban penuh untuk sakelar rumah tangga berarus pengenal 16 A. Angka itulah inti dari uji ketahanan sakelar SNI. Sementara itu, kotak kontak harus menahan 5.000 kali colok-cabut steker sambil mengalirkan arus pengenal.

Bayangkan satu sakelar lampu yang Anda tekan sepuluh kali sehari. Dengan pemakaian seperti itu, 40.000 operasi setara kira-kira sebelas tahun penggunaan. Namun, laboratorium tidak menunggu selama itu. Mesin uji menekan sakelar secara otomatis, siang dan malam, sampai hitungan selesai.

Lalu, mengapa angka ini penting? Setiap kali kontak membuka dan menutup, percikan busur listrik mengikis permukaan logamnya. Akibatnya, tahanan kontak naik, terminal memanas, dan risiko kebakaran ikut meningkat. Oleh karena itu, standar menuntut produk tetap aman bukan hanya pada hari pertama, tetapi juga setelah ribuan kali pemakaian.

Standar Acuan: SNI IEC 60669-1 dan SNI IEC 60884-1

Dua standar mengatur uji ketahanan ini. Pertama, SNI IEC 60669-1:2013 mengatur sakelar untuk instalasi listrik magun rumah tangga. Standar ini mengadopsi IEC 60669-1, yang mencakup sakelar arus bolak-balik hingga 440 V dan 63 A.

Kedua, SNI IEC 60884-1 mengatur tusuk kontak dan kotak kontak. Acuannya, IEC 60884-1, berlaku untuk tegangan di atas 50 V hingga 440 V dengan arus maksimum 32 A. Daftar lengkap SNI kelengkapan listrik turunannya tersedia di dokumen Komite Teknis 29-08 Ditjen Ketenagalistrikan.

Selain itu, kedua standar tersebut berlaku wajib. Kementerian ESDM melebur sepuluh Permen dan satu Kepmen ke dalam Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2018, termasuk untuk sakelar serta tusuk kontak dan kotak kontak. Kemudian, Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2021 menjadi rujukan sertifikat SPPT SNI sakelar yang terbit belakangan. Sebelum mengajukan sertifikasi, pastikan Anda mengecek regulasi terbaru di laman Kementerian ESDM dan BSN.

Uji Ketahanan Sakelar SNI: 200 Kali Beban Lebih, lalu 40.000 Kali Normal

Uji ketahanan sakelar SNI berjalan dalam dua tahap besar. Tahap pertama menguji kemampuan sakelar menyambung dan memutus arus lebih (klausul 18). Setelah itu, tahap kedua menguji operasi normal jangka panjang (klausul 19). Tabel berikut merangkum parameternya untuk sakelar 16 A / 250 V, berdasarkan laporan uji CB Scheme IEC 60669-1:2017 dari IMQ.

Uji (klausul)Jumlah operasiTegangan ujiArus ujiFaktor dayaLaju
Beban lebih (18.2)2001,1 × Un (275 V)1,25 × In (20 A)cos φ 0,315 operasi / menit
Beban lebih lampu pijar (18.3)200Un (230 V)1,2 × In (19,2 A)resistif15 operasi / menit
Operasi normal, beban induktif (19.1)40.000Un (250 V)In (16 A)cos φ 0,615 operasi / menit
Beban lampu ber-ballast eksternal (19.2)5.000Un (250 V)In (16 A)cos φ 0,915 operasi / menit
Beban lampu ber-ballast internal/LED (19.3)40.000Un (250 V)arus puncak sesuai Tabel—15 operasi / menit

Perhatikan bahwa jumlah 40.000 berlaku untuk sakelar sampai 16 A. Sebaliknya, sakelar berarus lebih besar menjalani jumlah operasi lebih sedikit, dengan rentang sekitar 10.000 hingga 40.000 siklus sesuai arus pengenalnya. Dengan kata lain, makin berat bebannya, makin sedikit operasinya, tetapi stres per operasinya makin besar.

Selama pengujian, teknisi tidak boleh melumasi spesimen. Selain itu, laboratorium memasang kawat tembaga tipis (kawat F) sebagai pendeteksi bocoran arus ke bodi. Jika kawat itu meleleh, sakelar langsung gagal.

Kotak Kontak: 5.000 Kali Colok-Cabut di Bawah Arus Penuh

Kotak kontak menjalani pola uji yang mirip, tetapi gerakannya berbeda. Alih-alih menekan tuas, mesin mencolokkan dan mencabut steker uji berpin kuningan. Satu kali colok-cabut terhitung dua langkah (stroke). Data berikut berasal dari laporan uji IEC 60884-1 VDE untuk kotak kontak 16 A / 250 V.

Uji (klausul)Colok-cabutLangkahTegangan ujiArus ujiFaktor dayaLaju
Kapasitas pemutusan (20)501001,1 × Un (275 V)1,25 × In (20 A)cos φ 0,630 langkah/menit
Operasi normal (21)5.00010.000Un (250 V)In (16 A)cos φ 0,830 langkah/menit

Pada uji kapasitas pemutusan, arus mengalir justru saat pin keluar dari kontak. Akibatnya, busur listrik muncul tepat di mulut lubang. Kemudian, pada uji operasi normal, beban arus pengenal mengalir selama setiap gerakan masuk dan keluar.

Untuk kotak kontak bertirai pengaman (shutter), standar memakai urutan gerakan khusus. Tujuannya, mekanisme tirai juga terbukti awet setelah ribuan kali terbuka-tutup. Di Jerman, misalnya, standar nasional DIN VDE bahkan melarang uji tirai tanpa arus dan menambahkan pengukuran ulang tekanan kontak arde setelah uji.

Kriteria Lolos: Bukan Sekadar Masih Bisa Menyala

Menyelesaikan hitungan 40.000 atau 5.000 kali belum otomatis berarti lolos. Laboratorium masih memeriksa kondisi spesimen selama dan sesudah uji. Berikut kriteria utamanya.

Selama uji berlangsung:

  • Tidak ada busur listrik yang menyala terus-menerus (sustained arcing).
  • Kontak tidak saling melekat atau mengelas.
  • Kawat pendeteksi F tidak meleleh.
  • Spesimen tetap berfungsi normal pada setiap operasi.

Setelah uji selesai:

  • Tidak ada keausan yang mengganggu pemakaian berikutnya.
  • Selungkup, lapisan isolasi, dan sekat tidak rusak.
  • Sambungan listrik dan mekanis tidak kendur.
  • Pada sakelar, posisi tuas tetap sesuai dengan posisi kontak.
  • Pada kotak kontak, lubang pin tidak rusak dan gaya cabut steker tetap dalam batas klausul 22.

Selanjutnya, spesimen menjalani dua uji ulang. Pertama, uji kekuatan dielektrik tereduksi: produk 250 V harus menahan 1.500 V selama satu menit tanpa tembus. Kedua, uji kenaikan suhu: terminal tidak boleh naik lebih dari 45 K saat mengalirkan arus pengenal. Sebagai gambaran, sakelar 16 A dalam laporan IMQ di atas mencatat kenaikan maksimum 42,7 K, artinya hanya menyisakan margin sekitar 2 K dari batas.

Dari Laboratorium ke Sertifikat SPPT SNI

Hasil uji ketahanan menjadi salah satu bukti utama dalam sertifikasi SNI wajib. Alurnya melibatkan beberapa pihak. Regulator menetapkan pemberlakuan wajib, KAN mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian, lalu LSPro menjalankan sertifikasi dengan dukungan laboratorium uji terakreditasi.

Dalam ekosistem itu, LSPro IGS berperan sebagai lembaga sertifikasi. Menurut Listrik Indonesia, PT Integrita Global Sertifikat berdiri sejak Januari 2013 dan memegang akreditasi KAN berdasarkan SNI ISO/IEC 17065:2012. Untuk gambaran umum persyaratan SNI produk kelistrikan, baca juga panduan SNI Kelistrikan untuk tusuk kontak, kotak kontak, dan sakelar di LSPro IGS.

Sementara itu, Rajawali Testing Lab menyediakan layanan pengujian elektrikal, fisik mekanik, dan kimia. Laboratorium ini terakreditasi KAN dengan nomor LP-1686-IDN.

Taruhannya nyata. Pada Mei 2021, Kementerian ESDM dan Kementerian Perdagangan memusnahkan kotak kontak tak sesuai SNI hasil uji petik BSN. Bisnis.com mencatat 6.540 unit di Cibinong saja. Bahkan, Kemendag meminta LSPro ikut bertanggung jawab atas produk yang sudah mereka sertifikasi.

Persiapan produsen sebelum uji resmi:

  1. Lakukan uji pra-sertifikasi internal hingga melampaui 40.000 operasi, misalnya 50.000, untuk melihat margin desain.
  2. Pilih material kontak berkadar tembaga sesuai klausul 22, sebab paduan murah lebih cepat aus oleh busur listrik.
  3. Ukur kenaikan suhu terminal sebelum dan sesudah uji siklus; margin tipis di bawah 45 K menjadi sinyal bahaya.
  4. Siapkan sampel yang identik dengan produksi massal, karena LSPro akan mengawasi konsistensi mutu setelah sertifikat terbit.
  5. Cantumkan penandaan arus, tegangan, dan simbol sesuai klausul 8 agar tidak gagal di tahap awal.

Pastikan Produk Anda Siap Hadapi Uji Ketahanan Sakelar SNI

Jadi, berapa kali sakelar harus ditekan agar lolos? Untuk sakelar 16 A, jawabannya 40.000 operasi normal setelah 200 operasi beban lebih. Sementara itu, kotak kontak 16 A harus melewati 5.000 kali colok-cabut atau 10.000 langkah. Namun, angka hanyalah separuh cerita. Pada akhirnya, produk baru dinyatakan lolos jika tetap dingin, tetap terisolasi, dan tetap kokoh setelah semua siklus itu.

Ingin memastikan sakelar atau kotak kontak Anda siap menghadapi uji ketahanan sakelar SNI? Konsultasikan rencana pengujian Anda dengan Rajawali Testing Lab sebelum mengajukan sertifikasi ke LSPro.